Posted on

Mengenal Lebih Jauh Tentang Sejarah Hari Waisak dan Latar Belakangnya!

Hari ini, 7 Mei 2020, adalah hari yang istimewa bagi para penganut agama Buddha, karena hari ini mereka akan merayakan hari yang dikenal sebagai Hari Waisak, atau Hari Buddha. Penyelenggaraan hari Waisak akan selalu berbeda tanggalnya di setiap tahun, tapi kalian tahu enggak kenapa? Kalau kalian belum tahu, pas banget! Hari ini, kita akan membahas tentang sejarah Waisak dan apa saja yang biasanya dilakukan oleh umat Buddha saat Waisak!

Sejarah Hari Waisak dan Buddha Gautama

Buddha, Flower, Buddhism, Religion, Peace, Spiritual

Hari Waisak adalah sebuah hari istimewa yang dirayakan setiap bulan purnama pertama di bulan Mei. Ada 3 hal yang diperingati lewat hari raya keagamaan ini, dan hal-hal tersebut adalah: lahirnya Buddha Gautama, hari saat Buddha Gautama mencapai pencerahan di bawah pohon Boddhi, dan hari wafatnya Buddha Gautama. Tiga kejadian tersebut terjadi di malam bulan purnama.

Sejarah hari Waisak dimulai dari lahirnya Siddharta Gautama di Lumbini, Nepal. Setelah Siddharta lahir, beliau diyakini akan tumbuh besar menjadi raja yang hebat atau seorang pemimpin keagamaan. Orang tua dari Siddharta membesarkan beliau dengan cara menghindarkannya dari kesulitan yang dihadapi orang-orang biasa, dan malah mengelilinginya dengan kenikmatan duniawi.

Pada umur 29 tahun, Siddharta akhirnya melihat kesengsaraan orang-orang di sekitarnya, dan beliau memutuskan untuk mencari kesempurnaan. Selama bertahun-tahun, Sidharta melakukan meditasi di Bodhgaya, tepat di bawah pohon Bodhi hingga ia mencapai pencerahan di bawah bulan purnama. Setelah mencapai pencerahan inilah, Buddha Gautama mulai mengajarkan apa yang ia dapat selama bermeditasi selama 45 tahun.

Saint, Meditation, Yoga, Meditating, Aura, Back Light

Di umurnya yang ke-80, Buddha Gautama wafat dan meninggalkan tubuhnya di bulan Mei, di bawah bulan purnama. Kata-kata terakhirnya adalah tentang bagaimana beliau dapat wafat dengan bahagia, mengingat ia telah memberikan semua pengetahuan yang ia ketahui. Tiga peristiwa penting yang terjadi di bawah bulan purnama inilah yang menjadi latar belakang dari sejarah Hari Waisak.

Yang cukup unik dari sejarah Hari Waisak adalah hari tersebut belum menjadi hari libur bahkan di Nepal meskipun festival yang dilaksanakan telah berlangsung selama beratus-ratus tahun. Baru ketika World Fellowship of Buddhist dilaksanakan di Sri Lanka pada tahun 1950 lah Hari Waisak ditetapkan sebagai libur nasional di sana sebagai cara untuk menghormati Buddha Gautama.

Bagaimana Perayaan Hari Waisak?

Lotus, Plant, Flower, Nature, Leaves, Petals, Tropical

Perayaan Hari Waisak berbeda-beda di setiap negara, tapi mereka tetap memegang teguh inti dari pelaksanaan Waisak tersebut, yaitu:

  • Membawa kebahagiaan kepada orang lain
  • Menghormati Buddha Gautama

Di Indonesia sendiri, sejarah Hari Waisak dan perayaannya akan berpusat di Borobudur. Di sana, ribuan umat Buddha akan berkumpul dan melakukan meditasi Pradaksina. Di malam hari, mereka juga akan melayangkan lentera-lentera ke angkasa, yang menggambarkan bagaimana Buddha Gautama menjadi lampu yang menerangi semesta di sekitarnya.

Pada dasarnya, Hari Waisak adalah hari untuk menghormati perjalanan hidup Buddha Gautama. Karenanya, amat penting bagi umat Buddha untuk mengikuti cara hidup beliau dengan membantu mereka yang kurang mampu. Setelah kita mengetahui sejarah Hari Waisak hari ini, kita juga bisa menghargai dan turut serta merayakan hari istimewa ini dengan memberikan bantuan kepada orang-orang sekitar kita, loh!