Posted on

Yuk Menelusuri Sejarah Pancasila dan Pembuatannya!

Kita semua tahu kalau Pancasila adalah dasar-dasar ideology negara kita, dan kemungkinan besar kita juga tahu kalau kata “Pancasila” diambil dari gabungan 2 kata dari bahasa Sanskerta: panca yang artinya lima, dan sila yang artinya prinsip. Tapi berapa banyak dari kita yang tahu tentang sejarah Pancasila? Di hari ini, tanggal 1 Juni yang juga merupakan hari lahirnya Pancasila, yuk kita lihat sejarah terbentuknya dasar negara Indonesia ini!

Awal Sejarah Pancasila

Sejarah Pancasila mulai dibentuk dari tanggal 1 Maret tahun 1945. Saat itu, Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menanyakan sebuah pertanyaan yang penting dan krusial: “Apa dasar Negara Indonesia yang akan kita bentuk ini?” Nah, dari pertanyaan tersebut, lahirlah beberapa rumusan pancasila yang datang dari anggota-anggota BPUPKI.

Rumusan Moh. Yamin

Yang mengawali latar belakang sejarah Pancasila adalah rumusan dasar Negara versi Moh. Yamin yang disampaikan pada tanggal 29 Mei tahun 1945. Beliau membuat 2 jenis rumusan, versi lisan dan versi tertulis. Secara lisan, rumusannya adalah:

  • Peri Kebangsaan
  • Peri Kemanusiaan
  • Peri ke-Tuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat

Sementara itu,rumusan versi tertulisnya adalah:

  • Ketuhanan yang Maha Esa
  • Kebangsaan Persatuan Indonesia
  • Rasa Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Dr. Soepomo

Dr. Soepomo juga ikut serta dalam lahirnya Pancasila, dan rumusan versi beliau yang disampaikan tanggal 31 Mei 1945 adalah:

  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Keseimbangan lahir dan batin
  • Musyawarah
  • Keadilan Rakyat

Rumusan Soekarno

Versi terakhir dalam rumusan yang nantinya akan menjadi bagian dari sejarah Pancasila lahir dari Soekarno sendiri pada tanggal 1 Juni 1945. Berbeda dengan yang lain, Soekarno mengusulkan tiga rumusan dasar negara pada saat itu: pancasila yang berisi 5 asas, trisila dengan 3 asas, dan ekasila hanya dengan 1 asas. Mereka adalah:

Pancasila:

  • Kebangsaan Indonesia (Nasionalisme)
  • Internasionalisme (peri-kemanusiaan)
  • Mufakat (demokrasi)
  • Kesejahteraan sosial
  • Ketuhanan yang berkebudayaan

Trisila:

  • Sosio-nasionalisme
  • Sosio-demokratis
  • Ke-Tuhanan

Ekasila

  • Gotong-royong

 

Yang Terjadi Setelah Perumusan

Sejarah Pancasila

Setelah BPUPKI menerima rumusan dari 3 anggota BPUPKI, ditunjuk 9 anggota yang nantinya membentuk Panitia Sembilan untuk merangkum isi-isi rumusan dari anggota BPUPKI yang sudah masuk. Setelah perbincangan panjang, akhirnya mereka membuat sebuah rumusan baru dengan 5 dasar, yaitu:

  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan baru ini nantinya dikenal sebagai dokumen Piagam Jakarta oleh Muh. Yamin, dan rumusan ini bertahan sampai sesi siding kedua BPUPKI di tanggal 10-17 Juli 1945. Tapi tiba-tiba, Kekaisaran Jepang menyerah terhadap serangan pihak Sekutu, dan Proklamasi Kemerdekaan juga diumumkan lebih cepat.

Karena situasinya mendesak, di tanggal 17 Agustus 1945, beberapa perwakilan Indonesia daerah Kaigun (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, serta Papua) mendatangi Soekarno. Kedatangan mereka punya 1 tujuan: mengatakan keberatan mereka kalau rumusan tentang kewajiban menjalankan syariat Islam menjadi bagian dari negara Indonesia.

Babak baru di sejarah Pancasila muncul setelah Soekarno menghubungi Hatta dan menemui perwakilan dari golongan Islam yang awalnya keberatan terhadap permintaan untuk menghapus rumusan syariat Islam. Akhirnya, setelah perdebatan panjang, rumusan tersebut diganti menjadi “Ketuhanan yang Maha Esa” demi mengakomodir penganut agama lain di Indonesia. Dengan begini, rumusan terbarunya adalah:

  • Ke-Tuhanan yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

undefined

Meskipun setelahnya sejarah Pancasila tidak selalu berjalan mulus dengan pendudukan oleh NICA dan terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS) yang tidak lama setelahnya runtuh, akhirnya memaksa Soekarno untuk kembali pada rumusan yang dibuat pada Agustus 1945 dengan beberapa perubahan, yang akhirnya menjadi perjalanan terakhir kita di perjalanan menelusuri sejarah Pancasila dengan rumusan sebagai berikut:

  • Ketuhanan yang Maha Esa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

 

Nah itu tadi sejarah Pancasila versi singkat yang tentu saja memotong berbagai kontroversi yang ada di dalam perumusan dasar negara kita. Pancasila telah melewati berbagai revisi oleh berbagai lapisan masyarakat dengan latar belakang yang berbeda untuk sampai di hari ini. Selamat ulang tahun, Pancasila.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *