Posted on

Yuk Ngintip Sejarah Hari Buruh di Luar Negeri dan Indonesia!

Selamat hari libur! Hari ini adalah tanggal 1 Mei, hari yang juga dikenal sebagai Hari Buruh Internasional! Di beberapa negara, Hari Buruh sudah menjadi libur nasional karena perannya terhadap hidup para pekerja. Kali ini, yuk kita bahas tentang sejarah Hari Buruh bersama-sama!

Kok Bisa Ada Hari Buruh, Sih?

Pekerja wanita merayakan Hari Buruh di New York. (Foto diambil dari Library of Congress)

Kalau kita membahas tentang sejarah hari buruh, kita harus sedikit memutar waktu ke akhir tahun 1800-an, di puncak revolusi industri. Pada saat itu, para pekerja di Amerika Serikat dipaksa bekerja selama 12 jam dan 7 hari setiap harinya, dan itu hanya untuk bertahan hidup. Bahkan, anak-anak berumur 5 dan 6 tahun sudah dipaksa bekerja di pabrik dan tambang! Gaji mereka juga hanya beberapa persen dari gaji orang dewasa meskipun jam kerja mereka sama.

Karena kondisi kerja yang tidak kondusif ini, para pekerja di Amerika Serikat di masa itu mulai menggerakkan masa seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar terhadap tenaga mereka. Salah satu pergerakan yang cukup dikenal adalah kerusuhan Haymarket yang terjadi pada tanggal 4 Mei 1886, dimana kerusuhan tersebut memakan beberapa korban jiwa.

Sejarah Hari Buruh yang Panjang

Parade Hari Buruh, Buffalo, New York. (Foto diambil dari Library of Congress)

Kerusuhan Haymarket adalah bagian dari sejarah panjang Hari Buruh Internasional, mengingat kerusuhan tersebut adalah bagian dari rangkaian acara protes para buruh di banyak bagian Amerika Serikat. Protes tersebut terjadi karena pada bulan Oktober tahun 1884, Federation of Organized Trades & Labour Unions of the United States and Canada memutuskan bahwa tanggal 1 Mei 1886 akan menjadi hari pertama para pekerja mulai bekerja selama 8 jam dari hari Senin sampai Jum’at.

Pada hari itu, ada sekitar 300 hingga 500 ribu total pekerja Amerika yang melakukan protes di jalan, dan Chicago adalah salah satu pusat protesnya dengan 40.000 orang yang melakukan protes dan mogok kerja. Sampai tanggal 3 Mei, protes tersebut berlangsung damai, tapi pada tanggal 4 Mei, kerusuhan dimulai dengan pelemparan bom ke arah polisi yang berusaha membubarkan para pekerja.

Beberapa tahun setelah kejadian kerusuhan Haymarket, organisasi internasional untuk kaum pekerja dan sosialis, the Second International, memutuskan untuk membuat tanggal 1 Mei sebagai hari Buruh Internasional, dan sebagai pengingat kerusuhan Haymarket. Meski begitu, Amerika Serikat sebagai tempat awal bermulanya sejarah hari Buruh Internasional baru memutuskan jam kerja hanya sebanyak 8 jam setiap harinya di tahun 1916.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Sejarah Hari Buruh, hari buruh nasional, hari buruh indonesia, 1 mei

Indonesia sendiri baru mulai merayakan hari Buruh sejak tahun 1920, namun saat presiden Soeharto menduduki kursi presiden, hari Buruh tidak diperingati karena dianggap lekat dengan komunisme yang dilarang di Indonesia sejak kejadian G30S pada tahun 1965. Pada masa itu, kegiatan May Day dianggap sebagai aktivitas pemberontakan. Meski begitu, perjuangan para buruh tidak berhenti.

Selama bertahun-tahun, meskipun tidak dianggap hari libur nasional, para buruh terus bergerak setiap tanggal 1 Mei. Gerakan mereka turun ke jalan selalu dianggap akan menimbulkan kerusuhan, tapi ternyata dari tahun 1999 hingga 2006 tidak pernah ada kerusuhan yang disebabkan oleh kalangan buruh. Baru di tahun 2014, Hari Buruh dijadikan hari libur nasional oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menorehkan tulisan baru di sejarah Hari Buruh Indonesia.